Fahmi Ardhi Nugraha

Sharing info seputar Artikel, Tutorial, Informasi yang bermanfaat.

BEBERAPA CARA EFEKTIF DALAM MENGGUNAKAN KAMERA SMARTPHONE

Traveling pasti memberikan banyak momen yang menyenangkan. Tak jarang orang mengabadikan kenangan-kenangan selama traveling dalam sebuah foto. Banyak orang yang bahkan rela direpotkan dengan membawa peralatan kamera DSLR lengkap dari lensa hingga tripod hanya untuk mendapatkan kualitas foto yang bagus dan memuaskan. Tentu, hal ini akan sangat merepotkan, apalagi ketika Anda harus berjalan kaki jauh ke lokasi tujuan. Selain berat, kamera seperti itu cukup mahal dan tidak semua orang dapat membelinya.
Sebenarnya, cara yang paling mudah mengabadikan foto adalah dengan menggunakan kamera smartphone. Anda pasti membawa smartphone kemana pun Anda pergi. Selain lebih ringkas, kualitas gambar yang dihasilkan juga tidak kalah dengan kamera DSLR. Sayangnya, tak banyak orang tahu bagaimana cara mendapatkan foto terbaik menggunakan smartphone. Jangan terburu-buru pesimis akan fakta tersebut. Berikut ini adalah tips foto menggunakan smartphone yang mudah dan menghasilkan kualitas gambar yang sempurna.

Mendekatlah ke obyek foto

Kamera pada smartphone cenderung menghasilkan gambar yang lebih kecil ketimbang apa yang Anda lihat. Oleh karena itu, mendekatlah ke obyek sedekat mungkin untuk mendapatkan gambar fokus terbaik yang bisa Anda dapatkan. Sebenarnya bisa saja Anda menggunakan fitur zoom pada kamera Anda. Namun sayang, fitur zoom biasanya hanya memperbesar gambar, bukan mendekatkan tangkapan lensa ke obyek. Akibatnya, foto yang Anda ambil akan memiliki kualitas yang jelek dengan resolusi yang cenderung rendah.

Perhatikan arah cahaya terbaik

Mungkin Anda sudah paham dengan peraturan fotografi umum dimana Anda harus menghindari arah datangnya cahaya ketika mengambil gambar, kecuali apabila memang Anda ingin mengambil gambar siluet. Di luar ruangan, cara yang tepat mendapatkan cahaya yang maksimal adalah dengan posisi kamera membelakangi cahaya. Bila berada di dalam ruangan, biasanya bisa diakali dengan berfoto mendekati jendela atau pintu serta sumber cahaya lain seperti lampu ruangan. Bila perlu, bisa juga Anda menggunakan flash ketika mengambil gambar di ruangan yang kurang cahaya. Dengan demikian, hasil foto lebih maksimal dengan efek cahaya yang memadai.

Kestabilan tangan ketika mengambil gambar wajib dipertahankan

Kamera smartphone bukanlah kamera DSLR yang mampu mengatur kecepatan penangkapan gambar. Akibatnya, gambar tidak akan bagus apabila Anda mengambilnya ketika sedang bergerak, berjalan, atau bahkan gemetar saat memotret. Oleh karena itu, gunakan kedua tangan untuk menjaga kestabilan smartphone saat mengambil foto. Bila perlu, gunakan tongsis sebagai “tripod” untuk mengambil gambar yang stabil.

Atur fokus serta eksposure yang pas

Smartphone juga memiliki fitur autofocus dan pengaturan exposure. Kedua hal ini juga penting untuk menghasilkan gambar yang berkualitas. Autofokus berguna untuk mengatur fokus obyek di kamera smartphone. Bila tidak ada fitur autofokus, coba tahan beberapa saat ketika menyentuh tombol shutter hingga fokus yang dihasilkan tepat. Sedangkan fitur eksposur adalah fitur yang mengatur kecerahan gambar. Bila cahaya sekitar tidak terlalu terang, ada baiknya untuk mengatur kecerahan beberapa angka lebih terang dari 0. Jangan mengatur eksposur terlalu tinggi untuk menghindari gambar yang kesannya memaksa.

Ambil dari sudut pandang yang berbeda

Anda mungkin terbiasa mengambil gambar setingkat dengan pandangan mata Anda. Hal ini memang mudah, namun kesannya biasa saja. Cobalah untuk mengeksplor sudut pandang lain seperti sambil berjongkok atau mengambil sudut foto yang lebih rendah dari obyek. Biasanya, foto yang dihasilkan, meskipun dengan obyek yang sama, memiliki kualitas serta komposisi warna yang berbeda sehingga terkesan berbeda.

Semakin tinggi resolusi foto, semakin detail gambar

Atur kamera smartphone Anda dengan kualitas gambar yang paling tinggi. Memang file yang disimpan nantinya lebih besar daripada foto basanya. Namun, kualitas yang dibawa pasti lebih bagus. Selain itu, banyak detail kecil yang tertangkap pada gambar sehingga foto jadi terlihat sempurna. Anda juga dapat meng-crop foto Anda ketika dirasa sudut pandang atau komposisi pada foto tersebut masih belum memuaskan.
Itulah beberapa tips mudah mengambil foto menggunakan smartphone yang dapat Anda jadikan pedoman dalam mengambil gambar. Jangan sampai momen travelling Anda terlupakan begitu saja hanya karena Anda tidak memiliki kenangan-kenangan yang indah dari travelling tersebut. Satu hal lagi, jangan lupa untuk selalu bahagia ketika berlibur!

FAKTA UNIK DIBALIK MARKETPLACE INDONESIA


Bisnis marketplace di Indonesia sudah semakin menjamur, baik itu marketplace yang berbasis di Indonesia atau pun marketplace asing yang mencoba peruntungannya dengan masuk ke pasar Indonesia. Dari segi konsep, kebanyakan marketplace terlihat serupa bahkan sama persis.

Tokopedia

Tokopedia secara umum memang sejenis dengan kebanyakan marketplace, namun dari keterangan yang kami terima Tokopedia tengah mengusung misi untuk pemerataan ekonomi secara digital. Untuk mencapainya Tokopedia tidak hanya fokus mengembangkan marketplace tetapi juga mengembangkan fitur untuk kebutuhan sehari-hari, seperti isi ulang pulsa, paket data, air, listrik, membayar BPJS, hingga berdonasi.
Tokopedia seolah ingin menjadikan kedekatan mereka dengan masyarakat sebagai identitas mereka. Selain fitur pembayaran berbagai macam tagihan (yang kemungkinan juga akan ada di marketplace lain), Tokopedia juga fokus untuk membantu produk-produk UKM agar bisa menjangkau pasar yang lebih luas.

Bukalapak

Senada dengan Tokopedia, Bukalapak juga memiliki visi dan misi yang sama untuk membantu UKM-UKM di Indonesia. Dengan memandang kekuatan komunitas dan inovasi sebagai peranan penting dalam pengembangan bisnisnya Bukalapak aktif dalam berbagai kegiatan temu komunitas dan iklan-iklan bernada komunitas.
Untuk keunikan, pihak Bukalapak mengedepankan fitur BukaIklan dan Negosiasi sebagai keunikan mereka. Fitur BukaIklan dan Negosiasi merupakan fitur baru. BukaIklan memungkinkan pengguna Bukalapak dengan mudah mempromosikan barang dagangannya di Facebook Ads dengan lebih sederhana. Hal ini disebut membantu para pelapak yang memang tidak memiliki background teknologi untuk bisa mengoptimalkan promosi barang mereka.
Fitur lain yang disebut sebagai keunikan Bukalapak adalah fitur Negosiasi. Fitur ini memungkinkan pembeli menegosiasikan harga atau menawar barang yang ingin dibeli, tentu dengan batasan jumlah penawaran. Fitur ini sementara ini belum ada di kebanyakan marketplace di Indonesia.

MatahariMall

Sedikit berbeda dengan dua marketplace sebelumnya, Mataharimall memiliki konsep O2O (online-to-offline). MatahariMall mengandalkan mall konvensional dalam jaringannya yang sudah tersebar di beberapa kota besar di Indonesia sebagai channel untuk para pembelinya. Konsep O2O ini sebenarnya juga diusung Alfacart dengan jaringan Alfamart yang sudah tersebar luas di Indonesia. Sementara ini, konsep O2O ini tidak lantas membuat keduanya menjadi pemimpin pasar Indonesia.

Shopee

Sementara itu Shopee, yang lebih condong ke arah mobile marketplace, menyebutkan bahwa kecepatan dan mobilitas layanan menjadi salah satu fitur yang membedakan Shopee dengan yang lain. Di dalamnya disematkan fitur-fitur khas media sosial, seperti chat dan tagar, untuk menandai produk dan memudahkan pencarian produk.
Bisa disimpulkan ada beberapa jenis pendekatan yang dilakukan bisnis marketplace di Indonesia. Lazimnya jika mereka berangkat dari perusahaan digital, pendekatan ke pengguna dan penjual menjadi poin utama. Entah itu bekerja sama dengan komunitas, pemerintah, dan lembaga-lembaga lain. Selanjutnya untuk menarik minat pembeli, memperkaya fitur pembayaran adalah hal mutlak, termasuk pembayaran offline yang bermitra dengan gerai-gerai minimarket.
Sementara marketplace yang berangkat dari perusahaan konvensional cenderung berusaha mengoptimalkan keuntungan toko offline mereka. Meskipun demikian, inovasi pembayaran dan pengiriman tetap menjadi hal wajib untuk diperhatikan.

TEKNOLOGI KHAYALAN YANG MENJADI KENYATAAN

Film, anime ataupun game, mungkin memang sangat berjasa untuk perkembangan teknologi saat ini. Seakan menjadi daya pemicu, yang awalnya, teknologi canggih tersebut hanya ditemukan di film, anime ataupun game, saat ini mulai atau bahkan sudah menjadi kenyataan. Yang awalnya, hanya khayalan sekarang menjadi kenyataan.
Seperti beberapa teknologi yang akan dibahas di artikel ini, teknologi “khayalan” yang mulai menjadi kenyataan. Apa saja teknologi yang dimaksud ?

Mobil Tanpa Supir

3 – 5 tahun yang lalu, mobil tanpa supir yang biasanya kita lihat di film Transformers mungkin hanya sebatas di film saja, alias kita tidak akan menyangka bahwa teknologi tersebut akan menjadi kenyataan. Namun, siapa sangka, bahwa saat ini, teknologi mobil tanpa supir makin mendekati kenyataan. Yap, Google telah mengembangkan teknologi yang satu ini. Dan saat ini, akan masuk dalam tahap uji coba.
Mobil tanpa supir ini sendiri sudah dikembangkan oleh Google sejak 2009 yang lalu, dan baru Desember 2016 yang lalu proyek ini dialihkan kepada Waymo, perusahaan yang dibuat Google, yang bertugas untuk fokus mengembangkan teknologi mobil tanpa supir ini. Dilansir dari Detik.com, mobil tanpa supir ini akan mulai menginjak aspal untuk uji coba di akhir Januari 2017 nanti, bertempat di Mountain View, California dan Phoenix, Arizona. Hhmm.. Semoga saja uji coba nya sukses besar ya..
Mobil tanpa supir ini sendiri direncanakan akan rampung, dan tersedia untuk publik ditahun 2020. Hhhmm.. masih lama ya.. Tapi tak apa, jadi kamu punya kesempatan untuk menabung dulu.. Bukan begitu ?

Masuk ke Dunia Virtual

Hasil gambar untuk vr oculus
Jujur saja, ketika saya pertama kali menonton anime Sword Art Online 2012 yang lalu. Saya jadi sering membayangkan, bagaimana rasanya jika teknologi masuk ke dunia virtual itu menjadi kenyataan. Hhmm.. mungkin akan seru jika benar – benar terealisasi. 4 tahun lalu, ketika belum seheboh sekarang, masuk ke dunia Virtual masih sebatas khayalan saja.
Tapi.. bukan hanya meng-khayal, saat ini kamu, dan saya bisa mencoba langsung bagaimana rasanya “masuk” ke dunia virtual tersebut.. Ya, teknologi “masuk” ke dunia virtual ini sendiri, sebenarnya sudah terealisasi cukup lama. Dengan menggunakan perangkat Virtual Reality (VR), seperti Oculus, HTC Vive, Playstation VR atau yang murah meriah Google Cardboard sekalipun, kamu sudah bisa “masuk” ke dunia virtual.
Walaupun tidak “masuk sepenuhnya”, seperti halnya yang ada di Sword Art Online, namun kita tetap bisa menikmati apa yang ada di dunia virtual. Seperti, bermain game VR, “jalan – jalan” ke seluruh dunia menggunakan Google Earth VR, atau bahkan “nganu”.. Paham dong ? hehe…

Robot

Hasil gambar untuk robot
Mulai dari film Terminator, Robocop dan film robot sejenis lainnya, menjadi pemicu banyak orang untuk berlomba – lomba membuat robot yang canggih, seperti yang ada di film. Dan terbukti, saat ini sudah cukup banyak robot yang diciptakan. Mulai dari robot untuk membantu manusia, robot penghibur, robot berbentuk manusia, bahkan sudah ada yang berniat menciptakan robot pemuas nafsu manusia.. Mungkin hanya tinggal menunggu beberapa tahun mendatang, untuk melihat banyak robot yang akan dijual bebas dipasaran.. Ngomong – ngomong, kalau kamu tertarik untuk memiliki robot apa ? ðŸ˜€

SIAPA PEMEGANG KEBIJAKAN

Mengelola sebuah negara tentu bukan hal yang mudah bagi kepala negara. Butuh kekuatan komunikasi dan kelincahan berkoordinasi dengan tangan kiri, kanan, atas, bawah, hingga seluruh lingkungan kepresidenan. Hanya orang­orang terdekat dan orang kepercayaan presiden yang dapat memberi masukan dan saran, hingga akhirnya kebijakan dapat dijalankan. Kabinet yang akan menjalankan kebijakan, menjadi unsur penting untuk ikut berperan 'mengolah' kebijakan. Sebuah kebijakan yang dilahirkan oleh pemerintah, tentunya sudah disepakati bersama dalam rapat kabinet. Kebijakan yang diluncurkan ke masyarakat akan menjadi cermin kekompakan kinerja pemerintahan. Menjadi sebuah pertanyaan besar di masyarakat, bagaimana harus mengikuti sebuah kebijakan bila yang mengeluarkan kebijakanpun 'angkat tangan'. Lalu kepada siapa sebuah kebijakan itu dipertanggungjawabkan? Dan kepada siapa masyarakat harus menaruh kepercayaan? Menjadi hal yang mudah untuk memberikan pernyataan sebuah kebijakan kepada masyarakat melalui beragam media. Namun hal itu akan menjadi sulit dan menimbulkan polemik, bila pernyataan yang disampaikan adalah irama yang sumbang, dan tidak sejalan. Apalagi bila pimpinan tertinggi pengambil keputusan, juga tidak memahami kebijakan yang ditandatanganinya. Lalu bagaimana cara mengoreksinya, bila hal yang dipolemikkan itu sudah harus dijalankan oleh rakyat?
Berada ditengah-­tengah orang kepercayaan yang jumlahnya puluhan, tentu presiden dapat lebih arif dan bijak dalam mengambil keputusan. Apalagi, bila para pembantu presiden juga ikut terlibat dalam sebuah pengambilan kebijakan. Tentunya jembatan untuk mencapai sebuah kesepakatan adalah komunikasi dan koordinasi yang merata di segala arah, tanpa harus timpang sebelah. Karena masukan dari lingkaran orang­orang kepercayaan harus diuji oleh lingkaran luar kepresidenan yang dapat memberikan keseimbangan. Bila menteri tak seirama, presiden bisa saja mencabut mandatnya. Tapi bagaimana bila hal itu terjadi di lingkungan kepresidenan? Semoga ke depan komunikasi dan koordinasi di internal presiden dan pemerintahan dapat seiring sejalan, serta tidak menimbulkan kepanikan berulang. Masyarakatpun tentu tak akan kembali menjadi korban.